10 Critical Success Factor Manajemen Perubahan

2328879637_c0d2e376ff

Time for Change © David Reece with CC license

Perubahan (change) mengandung arti suatu proses transformasi dari suatu kondisi ke kondisi yang lain. Kamus merriam-webster mendefinisikan perubahan dalam beberapa arti yang bisa disimpulkan secara umum adalah penambahan, transformasi dari suatu situasi/kondisi awal ke kondisi akhir, dimana keadaan akhir berbeda dengan keadaan awalnya.

Perubahan adalah kondisi alami yang terjadi dalam kehidupan. Manusia tumbuh dan berkembang dari bayi –> dewasa –> tua –> meninggal adalah sebuah proses perubahan. Ekonomi selalu mengalami perubahan dalam setiap saat, demikian juga dengan organisasi selalu ada perubahan yang terjadi didalamnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Peran TI dalam kesuksesan implementasi SPK

Saat ini peranan vital Teknologi Informasi (TI) dalam bisnis memang tidak bisa dibantah lagi. TI menjadi sarana yang saling menghubungkan setiap komponen bisnis. Namun apakah TI juga memiliki peranan dalam menentukan implementasi sistem pengelolaan kinerja (SPK) di perusahaan ? Pengalaman saya ketika tergabung dalam tim konsultan dalam membantu perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan sistem pengelolaan kinerja membuktikan hal tersebut. Sangat sulit (namun tidak berarti tak mungkin dilakukan) jika implementasi sistem pengelolaan kinerja tanpa menggunakan bantuan TI.

Sebuah perusahaan listrik di wilayah sumatra memiliki cabang-cabang yang tersebar di 3 provinsi. Tanpa bantuan TI sangat sulit mengetahui kinerja masing-masing cabang ini secara cepat. Padahal informasi kinerja masing-masing cabang perlu segera diketahui untuk digunakan sebagai salah satu pertimbangan ekskutif dalam mengambil kebijakan bisnis. Padahal kondisi lingkungan bisnis juga turut berubah dengan cepat, tentu saja kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Solusinya adalah implementasi SPK dengan menggunakan aplikasi yang berbasis web. Dengan menggunakan aplikasi yang berbasis web, masing-masing ranting dan cabang meskipun berada di tempat yang jauh dari kantor pusat bisa melaporkan kinerja masing-masing dengan mudah. Sehingga kinerja perusahaan lebih dini bisa dilaporkan dan pimpinan perusahaan bisa mengambil keputusan dengan bantuan data kinerja yang paling anyar.

Baca lebih lanjut

Enterprise Dashboard, tool untuk eksekutif..

Seperti seorang pilot pesawat terbang, pimpinan perusahaan merupakan pilot bagi perusahaanya. Pemimpin perusahaan harus bisa memutuskan kapan pesawatnya harus take off, kapan harus melakukan manuver, bagaimana mengemudikan pesawat dalam cuaca buruk serta harus bisa melakukan landing dengan smooth. Untuk dapat mengemudikan pesawat dengan baik, pilot dibantu sebuah panel kontrol di ruang kemudi yang berfungsi memberikan informasi mengenai segala suatu yang berkaitan dengan pesawat yang dikemudikannya. Dengan panel kontrol tersebut pilot dengan mudah mengetahui informasi-informasi seperti ketinggian pesawat, arah dan kecepatan angin, volume bahan bakar dan lain sebagainya. Sama seperti pilot, pengemudi mobil, sepeda motor, nahkoda kapal juga dilengkapi dengan panel kontrol sebagai bantuan untuk mengemudikan kendaraannya.

Seorang pilot yang telah memiliki jam terbang ribuan mungkin saja sudah bisa menerbangkan pesawat tanpa menggunakan panel kontrol hanya dibantu dengan feeling dan pengalamannya saja (walaupun kondisi ini tidak mungkin terjadi karena ketatnya regulasi penerbangan). Namun bisa dibayangkan betapa ketakutan menghampiri setiap penumpangnya jika mengetahui bahwa pesawat tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan panel kontrol, anda tentu tidak mau naik pesawat seperti itu juga khan ? Seorang pengemudi motor mungkin bisa saja mengemudikan motor yang tidak memiliki spedometer, namun bisa saja motor tersebut tiba-tiba berhenti karena bensin habis atau kena tilang karena melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Sama seperti pilot, pengemudi motor, pimpinan perusahaan juga harus memiliki tool yang bisa digunakan untuk membantu mengemudikan jalannya perusahaan mereka.

Baca lebih lanjut

Karakteristik SPK yang dinamis untuk lingkungan bisnis yang dinamis.

Saat ini lingkungan bisnis berubah semakin dinamis. Perubahan-perubahan lingkungan bisnis tersebut terjadi begitu cepat. Keberadaan internet dan penggunaan teknologi informasi dalam bisnis telah memangkas waktu dalam memperoleh informasi. Aktivitas-aktivitas bisnis seperti merger, akuisi maupun ekspansi bisnis perusahaan yang biasanya dilakukan dalam waktu lama sekarang bisa dilakukan lebih singkat. Demikian pula informasi mengenai kegiatan kompetitor bisnis juga lebih dapat diketahui secara dini. Aplikasi-aplikasi seperti Bussiness Intellegence, Dashboard information system dan aplikasi model Decision Support System telah menjadi kebutuhan dalam membantu proses pengambilan keputusan.

Pada masa dahulu perusahaan baru bisa mengetahui kondisi neraca keuangan perusahaan hanya pada akhir tahun pembukuan. Namun jika kita mengacu pada lingkungan bisnis yang dinamis pada saat ini, akan sangat terlambat jika laporan keuangan baru bisa diketahui di akhir periode akuntansi. Jika kondisi keuangan & lingkungan bisnis tidak sesuai rencana bisnis perusahaan maka rencana bisnis tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Untuk bisa mengetahui kondisi perusahaannya harus dilakukan pengukuran kinerja perusahaan. Tidak mungkin perusahaan tersebut bisa melakukan akuisi perusahaan lain jika kondisi keuangannya tidak sehat dan juga tidak mungkin perusahaan tersebut mampu meningkatkan kualitas SDM-nya jika tingkat turn over pegawainya cukup tinggi.

Baca lebih lanjut

Perkembangan Performance Measurement System

Sistem pengelolaan kinerja adalah merupakan sistem yang terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, sistem pengukuran(measurement) dan pengelolaan (management) kinerja telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai framework sistem pengukuran kinerja yang dikembangkan oleh pakar-pakar manajemen kinerja. Beberapa diantaranya antara lain balanced scorecard, business excellence model, shareholder value added, activity based costing, cost of quality dan competitive benchmarking. Setiap framework ini memiliki karakteristik yang unik. Masing-masing juga memberikan perspektif yang berbeda mengenai sistem pengelolaan kinerja.

Balanced Scorecard (BSC) yang dikembangkan oleh kaplan & norton merupakan sistem pengelolaan kinerja yang paling banyak digunakan pada satu dekade terakhir (baca juga artikel saya yang berjudul balanced scorecard di sini). BSC yang lebih menekankan pengukuran kinerja berdasarkan pada strategy organisasi. Strategy organisasi sendiri dibuat dengan melakukan deploy visi & misi perusahaan melalui strategy map. BSC merupakan framework yang dianggap lebih komprehensif dibandingkan dengan framework-framework sistem pengelolaan kinerja yang ada sebelumnya.

Baca lebih lanjut

Analytic Hierarchy process (AHP)

Salah satu kesulitan pada awal implementasi sistem pengelolaan kinerja adalah menentukan bobot masing-masing KPI. Dalam artikel yang lalu disebutkan bahwa untuk melakukan pembobotan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pembobotan secara langsung (direct weighting) atau menggunakan metode Analytic Hierarchy process (AHP). Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana menggunakan metode AHP untuk menentukan bobot.

Sejarah AHP

AHP dikembangkan oleh thomas saaty pada tahun 1970an. AHP merupakan sistem pembuat keputusan dengan menggunakan model matematis. AHP membantu dalam menentukan prioritas dari beberapa kriteria dengan melakukan analisa perbandingan berpasangan dari masing-masing kriteria. Dalam sistem pengelolaan kinerja yang dimaksud dengan kriteria tersebut adalah KPI. Baca lebih lanjut

Order qualifier Criteria

Setiap organisasi baik itu organisasi yang mencari laba maupun nirlaba pasti menghasilkan produk entah itu berupa barang atau jasa. Produk yang dihasilkan tersebut kemudian dipasarkan. Dari hasil pemasaran produk tersebut akhirnya bisa diketahui apakah produk tersebut sukses diterima oleh pasar atau menjadi produk gagal. Sukses atau tidaknya sebuah produk dapat dilihat dari respon penerimaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap produk tersebut.

Kenyataannya jarang sekali dijumpai produk yang tidak memiliki kompetitor. Hampir semua produk yang dipasarkan pasti memiliki kompetitor baik yang berhadap langsung secara head-to-head maupun yang tidak bersaing secara langsung. Contohnya produk yang bersaing secara langsung yaitu dalam segmen minuman teh botol ada beberapa jenis produk antara lain : teh botol sosro, teh kita, fresh tea. Di segmen air mineral ada Aqua, Ades, Club dan berbagai merek lainnya. Pada segmen minuman cola ada pepsi cola yang berkompetisi dengan coca cola. Di bidang produk processor bisa dilihat persaingan antara penghasil chip processor AMD dengan INTEL Baca lebih lanjut