Gua Pasetran Gondo mayit


Rangkaian pengunungan selatan pulau jawa yang menjadi batas tulungagung dengan samudra indonesia selain memiliki kekayaan hutan juga memiliki kekayaan lain berupa gua-gua. Salah satu gua tersebut adalah Gua pasetran gondo mayit yang terletak di desa Sine kecamatan Tanggunggunung
Kalidawir. Gondo mayit yang dalam bahasa indonesia berarti berbau mayat (gondo = bau, mayit = mayat). Gua ini ditemukan kembali oleh Drs. Abdurachman, seorang pegawai Pembantu Gubernur Jawa Timur di Kediri, bersama petugas kecamatan, pamong desa, serta penduduk desa setempat.

Nama gua tersebut sebelumnya adalah Ngejungan. Konon pada jaman dahulu sebuah perahu pernah mendarat bermuatan 44 awaknya. Mereka kemudian merampok penduduk desa serta meminta agar ki demang (panggilan untuk kepala desa pada jaman dulu) menyerahkan istrinya. Ki Demang Sine yang bernama Tatakriyak memberi mereka makanan yang dicampur dengan racun agar mereka mabuk. Dalam keadaan mabuk mereka dipukuli penduduk hingga 40 orang diantaranya tewas. Keempat orang yang selamat kemudian melarikan diri mengarungi lautan. 40 orang yang mati kemudian dibuang di dalam gua tersebut yang kemudian dinamakan gua Pasetran Gondomayit.

Kondisi dinding gua retak dan berbahaya. Letak mulut gua 20 m dpl. Menghadap kelaut Selatan. Luasnya sekitar 60 m2. Menurut laporan pencari sarang burung walet, di gua-gua lain di kecamatan Tanggunggunung banyak ditemukan tulang belulang dan kulit siput dan kerang.

Dalam gua tersebut ditemukan juga:
· Kerangka manusia berupa tulang rahang dan gigi, tulang paha, tulang lengan
· Tulang binatang sebangsa kijang dan tulang ikan, kulit siput, kerang yang terpotong ujungnya
· Pecahan tembikar, hiasan dari tutup siput, kapak tapis pemotong kulit siput

Sumber berita: Subterra dengan perubahan seperlunya.

Baca juga: sejarah tulungagung, kentrung

technorati tags:, , ,

Blogged with Flock

5 thoughts on “Gua Pasetran Gondo mayit

  1. PEk salah tu tulisane, masak sine di kecamatan tanggung gunung, kadang sejarah tu jga perlu dilihatdulu place nya jangan asal comot , mass.
    gua di sine itu tempate di kecamatan Kalidawir, n kecamatan itu yo rumahku, so yo tahu bener aq, ndang diedit, dari pada memberi informasi yang salah.

    Denny, terimakasih untuk koreksinya

  2. terimakasih, para pakar sejarah, ditulungagung dengan ditulisnya rubrik seperti ini kami mendapat wawasan tetang sejarah tulungagung. Tapi sayang hari jadi tulungagung slalu berganti. mana sih yang bener

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s