Perkembangan Performance Measurement System


Sistem pengelolaan kinerja adalah merupakan sistem yang terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, sistem pengukuran(measurement) dan pengelolaan (management) kinerja telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai framework sistem pengukuran kinerja yang dikembangkan oleh pakar-pakar manajemen kinerja. Beberapa diantaranya antara lain balanced scorecard, business excellence model, shareholder value added, activity based costing, cost of quality dan competitive benchmarking. Setiap framework ini memiliki karakteristik yang unik. Masing-masing juga memberikan perspektif yang berbeda mengenai sistem pengelolaan kinerja.

Balanced Scorecard (BSC) yang dikembangkan oleh kaplan & norton merupakan sistem pengelolaan kinerja yang paling banyak digunakan pada satu dekade terakhir (baca juga artikel saya yang berjudul balanced scorecard di sini). BSC yang lebih menekankan pengukuran kinerja berdasarkan pada strategy organisasi. Strategy organisasi sendiri dibuat dengan melakukan deploy visi & misi perusahaan melalui strategy map. BSC merupakan framework yang dianggap lebih komprehensif dibandingkan dengan framework-framework sistem pengelolaan kinerja yang ada sebelumnya.

Meskipun BSC merupakan framework sistem pengelolaan kinerja yang paling banyak digunakan namun BSC bukannya tidak luput dari berbagai macam kritikan. Beberapa diantaranya adalah implementasi BSC termasuk cukup sulit, hal ini disebabkan BSC mengabaikan stakeholder yang lain selain dari shareholder(financial), customer, internal business process, learning & growth seperti supplier, regulator bisnis dan employee (meskipun internal business process melibatkan peran employee, namun opini employee terhadap perusahaan diabaikan). BSC dibangun dari strategy perusahaan namun banyak perusahaan yang tidak memiliki pernyataan strategy perusahaan yang tertulis. Bahkan jika ada, banyak yang tidak terhubung dengan penyataan visi, misi perusahaan. Selain itu tidak semua level manajemen perusahaan memiliki pandangan yang sama mengenai strategy perusahaan.

Shareholder value added menggunakan perhitungan cost of capital dalam mengukur kinerja namun mengabaikan faktor yang lain. Kedua framework activity based costing dan cost of quality menfokuskan diri pada identifikasi dan kontrol penyebab biaya-biaya dimana sering kali penyebab biaya tersebut sudah tergabung dalam proses bisnis. Karena itu dalam implementasi sistem pengelolaan kinerja sering digunakan gabungan dari berbagai macam framework yang ada tersebut, seperti BSC digabungkan dengan business excellence model, BSC digabungkan dengan IPMS dan sebagainya.

Prof. Andy Neely, dari Cranfield school of management, menyatakan bahwa dari setiap framework sistem pengelolaan kinerja yang ada, tidak ada satu framework yang memberikan gambaran secara tepat mengenai apa yang dimaksud dengan kinerja perusahaan. Framework-framework tersebut hanya memberikan lensa berwarma baru untuk melihat kinerja perusahaan. Jika lensa framework berwarna merah akan memberikan pandangan kinerja perusahaan dalam warna merah. Demikian jika lensa yang digunakan berwarna hijau, maka kinerja perusahaan dipandang dalam warna hijau. Sulit memandang pengelolaan kinerja dalam warna aslinya karena setiap framework yang ada hanya memberikan added value mengenai sistem pengelolaan kinerja, demikian yang dikatakan oleh prof. neely.

Berdasarkan pada fakta-fakta diatas, pada tahun 2002, profesor Andy Neely dengan beberapa rekannya mengembangkan model framework pengukuran kinerja yang terbaru. Framework tersebut diberi nama “performance prism” dengan menganut model prisma karena memiliki 5 elemen pokok yang disusun seperti prisma. Kelima elemen tersebut adalah Stakeholder Contribution, stakeholder satisfaction, strategies,processes dan capabilities. Gambaran framework performance prism bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Berbeda dengan BSC yang dimulai dari strategy, performance prism ini dimulai dari stakeholder. Dalam performance prism, strategi adalah respon perusahaan terhadap keinginan dan kemauan (needs & wants) dari stakeholder. Prof. Neely menyatakan jika sebuah perusahaan ingin sukses dalam jangka panjang dengan kondisi lingkungan bisnis yang dinamis seperti sekarang ini yang mutlak harus dilakukan adalah benar-benar mengetahui siapa saja yang menjadi stakeholder perusahaan serta apa yang mereka harapkan dari perusahaan ini. Perusahaan juga harus memiliki strategi yang digunakan untuk memenuhi keinginan dari stakeholder tersebut. Selain itu perusahaan juga harus mengetahui proses-proses bisnis yang harus dijalankan agar strategi tersebut bisa dijalankan serta harus mampu mendefinisikan kemampuan (capability) yang harus dimiliki untuk menjalankan proses-proses tersebut.

Karena berangkat dari stakeholder requirement, perfomance prism menjadi framework lebih dinamis dibandingkan dengan framework performance measurement yang lain sehingga masih bisa digunakan jika perusahaan tersebut melakukan merger maupun akuisi. Namun kelebihan ini juga harus dibayar mahal karena menjadikan performance prism menjadi melebar bahkan terlalu lebar sehingga implementasinya cukup merepotkan karena melibatkan banyak elemen stakeholder. Kesulitan pertama yang akan dihadapi adalah menampung banyaknya keinginan dan harapan yang berbeda-beda dari masing-masing stakeholder. Selain itu karena merupakan framework yang masih baru, sehingga belum banyak laporan yang menyatakan kesuksesan implementasi framework ini. Jadi kita masih belum mengetahui apakah performance prism cukup efektif atau tidak.

Rujukan:

  • Prof. Andy Neely, “Perspectives of Performance: The Performance Prism”, The Evolution of Business Performance Measurement Systems Research Project sponsored by EPSRC under grant number GR/K88637. Papernya juga bisa dilihat di sini.

Lebih jauh mengenai performance prism bisa di lihat di sini.
Artikel saya mengenai BSC, strategy maps, review visi misi organisasi, AHP.

technorati tags:, , , ,

Blogged with Flock

6 thoughts on “Perkembangan Performance Measurement System

  1. Saya sedang menyusun thesis tentang perancangan pengukuran kinerja dengan perormance prism, tetapi dosen pembimbing saya ingin untuk tingkat S2 ada penggabungan metode performance prism dengan metode lain.tapi saya belum menemukan metode yang bisa diintegrasikan dengan performance prism mengingat metode ini paling komprehensif (sepengetahuan saya)…mohon bantuannya…Thanks 4 billion…

  2. saya sedang mengerjakan tugas akhir s1. namun masih terkendala pada judul. ada beberapa alternatif judul sih. diantaranya mengenai performance prism yang dirasa cukup menarik. metode ini dirasa memiliki beberapa kelebihan dari pengukuran stakeholdernya. Tapi satu hal yang ingin saya tanyakan, apakah pada metode pengukuran kinerja performance prism ini juga mem perhatikan financial measurement? hal ini saya tanyakan, karena setelah melihat beberapa TA mengenai ini, tidak terdapat pengukuran dari segi finansial. seperti perhitungan ROI, dsb. padahal perhitungan dari segi finansial juga sangat penting dalam mengukur kinerja perusahaan. Mohon bantuannya.

  3. saya sedang mengerjakan TA….
    saya mo nanya, BSC dapat diterapkan di unit perusahaan ga??? Misal perusahaan X terdiri dr 4 divisi (divisi A,B,C dan D).. Divisi A mempunyai 2 biro ( Biro 1 dan biro 2). Biro 1 merupakan pabrik yang memproduksi biro 2…Jumlah produksi Biro 1 ditentukan oleh divisi A..yang jd pertanyaan saya, boleh ga BSC diterapkan di biro 1 tsb???
    Mohon bantuannya….Please…
    Ma kasih byk…

  4. saya lagi nyusun TA tenteang pengukuran kinerja,rencananya saya mau pakai metode Integrated Performance Measuremant system,..tapi sya masiha bingung nyari buku referensinya..bisa minta masukan untuk buku referensi..?

  5. Saya sedang menyusun tugas akhir mengenai pengukuran kerja lingkungan dengan menggunakan pendekatan integrated environment performance measurenemt system, namun saya mendapat kendala dalam mencari referensi jurnal dan handbook yang berhubungan dengan meteri yang saya ambil. saya minta masukan untuk buku referansi tersebut?. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s