Gua Pasetran Gondo mayit

Rangkaian pengunungan selatan pulau jawa yang menjadi batas tulungagung dengan samudra indonesia selain memiliki kekayaan hutan juga memiliki kekayaan lain berupa gua-gua. Salah satu gua tersebut adalah Gua pasetran gondo mayit yang terletak di desa Sine kecamatan Tanggunggunung
Kalidawir. Gondo mayit yang dalam bahasa indonesia berarti berbau mayat (gondo = bau, mayit = mayat). Gua ini ditemukan kembali oleh Drs. Abdurachman, seorang pegawai Pembantu Gubernur Jawa Timur di Kediri, bersama petugas kecamatan, pamong desa, serta penduduk desa setempat.

Nama gua tersebut sebelumnya adalah Ngejungan. Konon pada jaman dahulu sebuah perahu pernah mendarat bermuatan 44 awaknya. Mereka kemudian merampok penduduk desa serta meminta agar ki demang (panggilan untuk kepala desa pada jaman dulu) menyerahkan istrinya. Ki Demang Sine yang bernama Tatakriyak memberi mereka makanan yang dicampur dengan racun agar mereka mabuk. Dalam keadaan mabuk mereka dipukuli penduduk hingga 40 orang diantaranya tewas. Keempat orang yang selamat kemudian melarikan diri mengarungi lautan. 40 orang yang mati kemudian dibuang di dalam gua tersebut yang kemudian dinamakan gua Pasetran Gondomayit. Baca lebih lanjut

Enterprise Dashboard, tool untuk eksekutif..

Seperti seorang pilot pesawat terbang, pimpinan perusahaan merupakan pilot bagi perusahaanya. Pemimpin perusahaan harus bisa memutuskan kapan pesawatnya harus take off, kapan harus melakukan manuver, bagaimana mengemudikan pesawat dalam cuaca buruk serta harus bisa melakukan landing dengan smooth. Untuk dapat mengemudikan pesawat dengan baik, pilot dibantu sebuah panel kontrol di ruang kemudi yang berfungsi memberikan informasi mengenai segala suatu yang berkaitan dengan pesawat yang dikemudikannya. Dengan panel kontrol tersebut pilot dengan mudah mengetahui informasi-informasi seperti ketinggian pesawat, arah dan kecepatan angin, volume bahan bakar dan lain sebagainya. Sama seperti pilot, pengemudi mobil, sepeda motor, nahkoda kapal juga dilengkapi dengan panel kontrol sebagai bantuan untuk mengemudikan kendaraannya.

Seorang pilot yang telah memiliki jam terbang ribuan mungkin saja sudah bisa menerbangkan pesawat tanpa menggunakan panel kontrol hanya dibantu dengan feeling dan pengalamannya saja (walaupun kondisi ini tidak mungkin terjadi karena ketatnya regulasi penerbangan). Namun bisa dibayangkan betapa ketakutan menghampiri setiap penumpangnya jika mengetahui bahwa pesawat tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan panel kontrol, anda tentu tidak mau naik pesawat seperti itu juga khan ? Seorang pengemudi motor mungkin bisa saja mengemudikan motor yang tidak memiliki spedometer, namun bisa saja motor tersebut tiba-tiba berhenti karena bensin habis atau kena tilang karena melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Sama seperti pilot, pengemudi motor, pimpinan perusahaan juga harus memiliki tool yang bisa digunakan untuk membantu mengemudikan jalannya perusahaan mereka.

Baca lebih lanjut

Karakteristik SPK yang dinamis untuk lingkungan bisnis yang dinamis.

Saat ini lingkungan bisnis berubah semakin dinamis. Perubahan-perubahan lingkungan bisnis tersebut terjadi begitu cepat. Keberadaan internet dan penggunaan teknologi informasi dalam bisnis telah memangkas waktu dalam memperoleh informasi. Aktivitas-aktivitas bisnis seperti merger, akuisi maupun ekspansi bisnis perusahaan yang biasanya dilakukan dalam waktu lama sekarang bisa dilakukan lebih singkat. Demikian pula informasi mengenai kegiatan kompetitor bisnis juga lebih dapat diketahui secara dini. Aplikasi-aplikasi seperti Bussiness Intellegence, Dashboard information system dan aplikasi model Decision Support System telah menjadi kebutuhan dalam membantu proses pengambilan keputusan.

Pada masa dahulu perusahaan baru bisa mengetahui kondisi neraca keuangan perusahaan hanya pada akhir tahun pembukuan. Namun jika kita mengacu pada lingkungan bisnis yang dinamis pada saat ini, akan sangat terlambat jika laporan keuangan baru bisa diketahui di akhir periode akuntansi. Jika kondisi keuangan & lingkungan bisnis tidak sesuai rencana bisnis perusahaan maka rencana bisnis tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Untuk bisa mengetahui kondisi perusahaannya harus dilakukan pengukuran kinerja perusahaan. Tidak mungkin perusahaan tersebut bisa melakukan akuisi perusahaan lain jika kondisi keuangannya tidak sehat dan juga tidak mungkin perusahaan tersebut mampu meningkatkan kualitas SDM-nya jika tingkat turn over pegawainya cukup tinggi.

Baca lebih lanjut

Perkembangan Performance Measurement System

Sistem pengelolaan kinerja adalah merupakan sistem yang terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, sistem pengukuran(measurement) dan pengelolaan (management) kinerja telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai framework sistem pengukuran kinerja yang dikembangkan oleh pakar-pakar manajemen kinerja. Beberapa diantaranya antara lain balanced scorecard, business excellence model, shareholder value added, activity based costing, cost of quality dan competitive benchmarking. Setiap framework ini memiliki karakteristik yang unik. Masing-masing juga memberikan perspektif yang berbeda mengenai sistem pengelolaan kinerja.

Balanced Scorecard (BSC) yang dikembangkan oleh kaplan & norton merupakan sistem pengelolaan kinerja yang paling banyak digunakan pada satu dekade terakhir (baca juga artikel saya yang berjudul balanced scorecard di sini). BSC yang lebih menekankan pengukuran kinerja berdasarkan pada strategy organisasi. Strategy organisasi sendiri dibuat dengan melakukan deploy visi & misi perusahaan melalui strategy map. BSC merupakan framework yang dianggap lebih komprehensif dibandingkan dengan framework-framework sistem pengelolaan kinerja yang ada sebelumnya.

Baca lebih lanjut