Yang terbaru dari persaingan jawa pos vs kompas


Ada perkembangan terbaru dari persaingan antara jawa pos melawan kompas hari ini. Sebelumnya pada artikel yang ada di sini, saya menulis bagaimana usaha kompas group (baca surya + kompas) melawan hegemoni jawa pos di kandangnya sendiri (baca: surabaya).

Hari ini kompas group menggunakan strategi harga murah dengan membundle koran kompas + surya. Setelah membandrol kompas dengan harga Rp. 1000,- kali ini kompas group membundle kedua koran tersebut dengan harga Rp. 2500,-. Masih cukup murah dibandingkan dengan harga jawa pos yang dijual eceran Rp. 3000,-.

Bundling kompas + surya dijual di sepanjang Jl. Raya Darmo Surabaya dimana jalan tersebut memang digunakan sebagai uji coba dari kampanye tertib lajur kiri, sebuah kerjasama antara polwiltabes surabaya dengan jawa pos. Kita tunggu saja perkembangan persaingan antara kedua media raksasa ini.

Saya tidak mempunyai data yang menyatakan seberapa besar kenaikan oplah jawa pos serta apakah oplah kompas & surya mengalami penurunan selama berlangsungnya kampanye tertib lajur kiri. Namun jika melihat reaksi kompas akhir-akhir ini dengan strategy penurunan harga korannya menjadi Rp. 1000,- serta yang terakhir membundle kompas +surya, saya menduga kemungkinan besar selama berlangsungnya kampanye tertib lajur kiri oplah kompas dan surya mengalami penurunan yang cukup drastis.

Lantas apakah pricing strategy kompas group dengan membundle kompas+surya dalam satu harga cukup mampu menghambat kenaikan oplah jawa pos ? ehm…kita tunggu saja kebijakan strategy marketing yang diambil kedua media ini. Satu hal yang menarik disini adalah apa yang dilakukan kompas group adalah usaha yang paling anyar dari sekian banyak usahanya dalam menantang jawa pos di kandangnya sendiri.

* Baca juga sejarah panjang persaingan kedua media tersebut di Perang media di surabaya

Blogged with Flock

3 thoughts on “Yang terbaru dari persaingan jawa pos vs kompas

  1. aku pernah dengar orang jawa pos bilang ” yang membuat jawa pos eksis dan pesat karena dinamis dan inovatif. Coba kompas, kesannya jadul banget n nggak menarik… ya wajarlah kalau kompas serong mengekor jawa pos, dulu jawa pos jadi koran agak kecil n handy, kompas ikut-ikutan jadi agak kecil, terus ada deteksi jawa yang muda, kompas jadi buat rubrik kompas muda. gi mana bisa bersaing kalau ngekor terus……..yang diekorin udah jalan seratus km/perjam, yang ngekor baru starter, ya jauh lah

  2. Ada info bagus buat temen2 atau buat saudara/sahabat kita tentang perguruan tinggi swasta,
    STIE Kasih Bangsa udah buka lagi pendaftaran dengan system BEASISWA,.. ok juga tuh programnya.. siapa yang nilai rapor rata2 nya diatas 7 udah langsung dapat BEASISWA.. dan tiap semester dapat BEASISWA tanpa system gugur… BEASISWA diambil dari uang kuliah 2.5 juta dan ngak ada pungutan lainnya , bebas uang gedung, atw sks atw sumbangan lain2 yang ngeropitn deh…
    Lokasi kampus nya di Kebon Jeruk Jakarta Barat :
    Jl. Dr. Kasih No. 1 (Jl.E) Kebon Jeruk Jakarta Barat
    Tlp: 021-5363420, 021-68486263, 021-32957195, 081513257065
    Telepon aja deh sendiri…

  3. vian berkata demikian mungkin karena dia adalah penggemar atau langganan jawapos.
    pada kenyataannya saya yakin Kompas tidak mengeekor JP.
    Kompas hanya berusaha menyesuaikan dengan minat pasar yang ada tanpa mengubah identitas asli atau image dari Kompas itu sendiri.
    Lihat aja, di Jakarta dan di Indonesia Kompas tetap sebagai koran nomer satu dan JP hanya nomer dua.
    Jadi siapa sebenenarnya sedang menjadi ekor?
    Saya berkata demikian bukan karena saya memang berpihak pada Kompas. Di rumah saya memang berlangganan Jawapos. Tapi saya juga tak pernah melewatkan untuk membaca Kompas. Kompas dan JP memiliki kelebihan sendiri2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s