Kecanduan IDE ..


IDE (Integrated Development Environment) bagi para pengembang perangkat lunak bagaikan pencari rumput dengan sabitnya atau petani dengan mesin bajak sawahnya. IDE membantu meningkatkan produktivitas pengembang perangkat lunak. Perkembangan IDE sejalan dengan berkembangnya bahasa-bahasa pemrograman visual yang berorientasi component seperti visual basic dan delphi. Dengan menggunakan IDE membuat aplikasi dekstop akan lebih cepat.

Bahkan pada bahasa pemrograman seperti bahasa pemrograman yang mendukung .NET Framework seperti C#, VB.NET maupun Web Server Scriptingnya ASP.NET “mutlak” menggunakan IDE Microsoft visual studio untuk menuliskan bait-bait code-nya. Bisa dibayangkan betapa susahnya membuat aplikasi web dengan ASP.NET menggunakan command console dan text editor seperti notepad. Pada bahasa pemrograman yang lain seperti Java, ruby, perl, python dll IDE bukan sesuatu yang “mutlak” harus digunakan, sehingga banyak sekali IDE yang dibuat untuk bahasa-bahasa pemrograman yang termasuk dalam kategori ini.

Alhasil secara sadar atau tidak harus diakui bahwa pengembang software saat ini sangat tergantung sekali dengan yang namanya IDE. Fitur-fitur seperti intellisense yang membantu menunjukkan list member dari sebuah object atau class, code completion, info parameters dan popup documentation. Sehingga hanya dengan menekan tombok titik (.) setelah nama class atau object kita bisa melihat semua function yang dimiliki.

IDE juga di lengkapi dengan fitur debugging, refactoring. Debugging program menjadi sebuah “ritual” yang harus dilakukan oleh pengembang perangkat lunak. fitur-fitur debugging pada IDE sangat membantu sekali untuk memastikan bahwa perangkat lunak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Namun IDE juga membatasi kreatifitas pengembang, salah satu contohnya bisa dibaca pada di sini. Atau hanya file-file kode tertentu yang digunakan/di compile (misalnya memisahkan masing-masing file kode yang digunakan untuk melakukan test) dan membuat berbagai versi lite/demo dari sebuah produk software tanpa harus meng-compile file code-code program yang berisi fitur-fitur advanced.

Selain itu migrasi dari satu IDE ke IDE yang lain sangat susah, hal ini disebabkan karena masing-masing IDE memilki cara yang berbeda-beda dalam mengorganisasi file-file program. Tidak banyak IDE yang memberikan keleluasaan bagi pengembang software untuk menyusun file-file kode programnya sesuai dengan keinginannya.

Jika anda adalah seorang pengembang perangkat lunak yang terbiasa menggunakan IDE, cobalah untuk sekali-kali menggunakan IDE yang berbeda-beda atau membuat perangkat lunak tanpa menggunakan IDE. Jika anda terbiasa menggunakan C/C++ cobalah menggunakan make, jika terbiasa menggunakan java cobalah sekali-kali menggunakan ant atau maven, jika terbiasa menggunakan .NET cobalah Nant sebagai buildernya. Rasakan perbedaan antara menggunakan IDE dan tanpa IDE.

Sharing pengalaman anda di sini…

Blogged with Flock

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 thoughts on “Kecanduan IDE ..

  1. Waduh mas, mencoba khan butuh waktu yang tidak sedikit.., mungkin untuk mempesingkat adalah dengan membaca referensi tentang keunggulan masing-masing IDE. Mungkin mas punya link tentang keunggulan dan kelemahan masing-masing IDE yang mudah dimengerti dan obyektif..:)

  2. Yudha:

    Ada beberapa link yang membandingkan antar IDE, namun objektifitasnya masih perlu dicek lagi, karena bisa jadi ada kepentingan yang melatar belakanginya entah itu persaingan antar vendor, marketing, linux vs windows, java vs .net dll. Perbandingan antar java IDE bisa dilihat di http://www.mojavelinux.com/wiki/doku.php?id=javaidecomparison. Namun saya rasa sudah agak ketinggalan karena ditulis pada tahun 2005. Chris Schalk membandingkan antara jsp vs asp.net dan beberapa java ide vs visual studio (http://www.javalobby.org/articles/jsf-asp/). Artikelnya mendapat respon yang luarbiasa diforumnya theserverside (http://www.theserverside.com/news/thread.tss?thread_id=34359)

    btw.. awakmu wisuda september ini ? wah..selamat yo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s