Mendefinisikan critical business process


Ibu Dewi Ika atau dika demikian beliau memperkenalkan dirinya pada emailnya, seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak yang tinggal di Jakarta. Beliau sedang menyelesaikan tesis mengenai pengukuran kinerja K3 sebagai dasar manajemen berbasis kinerja menanyakan kepada saya “how to define critical business process di organisasi, yang konsepnya bisa digunakan untuk menentukan critical business process manajemen K3

Salam kenal juga Ibu Ika,

Saya salut dengan semangat Ibu Dika untuk memanfaatkan waktu disela-sela mengurus rumah tangga dengan melanjutkan studi. Saya akan coba menjawabnya.

Hukum pareto menyatakan bahwa dalam keseluruhan aktivitas/proses bisnis perusahaan/organisasi hanya ada 20% dari proses bisnis yang menyumbang kontribusi 80%. Proses bisnis yang hanya berjumlah 20% inilah yang disebut sebagai proses bisnis kritis (critical business process). Sistem pengelolaan kinerja perusahaan mengukur proses-proses bisnis kritis ini.

Bagaimana memetakan proses-proses bisnis kritis ini ? Ada beberapa 3 tahap yang perlu dilakukan yaitu 1. memahami nature business organisasi, 2. melakukan pemetaan proses bisnis, 3. mengidentifikasi hasil pemetaan bisnis proses dengan nature business perusahaan.

Ada 2 hal yang perlu di lakukan untuk memahami nature business organisasi yaitu mengidentifikasikan order qualifier criteria dan order winner criteria. Pengertian order qualifier criteria adalah kriteria-kriteria dasar yang harus dimiliki dari produk atau service sehingga produk atau service tersebut bisa ikut bersaing dalam pasar. Semua produk/service yang dihasilkan oleh perusahan-perusahaan yang ikut bersaing harus memenuhi order qualifiercriteria tersebut. Sedangkan pengertian dari order winner criteria adalah kriteria-kriteria yang harus dimiliki suatu produk/service hingga produk atau service tersebut bisa memenangkan persaingan pasar (dipilih konsumen) dari produk-produk yang sejenis. Dari penjelasan saya ini tentunya ibu sudah bisa melakukan identifikasi order winner criteria dan order qualifier criteria dari produk/service perusahaan tempat ibu magang.

Selanjutnya adalah melakukan pemetaan business process perusahaaan. Metode yang sering digunakan adalah dengan menggunakan metode CIMOSA (computer integrated manufacturing for open system architecture). CIMOSA adalah metode generik yang bisa digunakan tanpa melihat model organisasi yang dipakai. CIMOSA terbagi menjadi beberapa level tergantung dari seberapa detail proses bisnis perusahaan tersebut yang akan dipetakan. Semakin detil proses bisnis yang dipetakan level CIMOSA semakin dalam.

CIMOSA level 0 menyatakan bahwa pada setiap organisasi apapun jenisnya proses bisnis organisasi tersebut selalu terdiri dari 3 yaitu manage process, core process dan support process. Manage process terdiri dari set direction, set strategy dan direct business. core process terdiri dari develop product, get order, fulfil order dan support product.support process terdiri dari HR process, IT process,Financial/Accounting process, Maintenance process. Manage process dan support process selalu mendukung core process. Sebagai contoh misalnya ibu dika ingin memetakan process bisnis di IT. Di CIMOSA level 0 ibu harus mengidentifikasi proses-proses bisnis di IT yang mendukung core process. Baru di CIMOSA level 1 proses bisnis antar perusahaan berbeda-2 spesifik terhadap proses bisnis pada masing-masing unit perusahaan.

Selanjutnya dari hasil indentifikasi order qualifier dan order winner criteria ibu bisa melihat pada diagram CIMOSA proses-proses bisnis perusahaan apa saja yang harus dilakukan untuk memenuhi order winner dan order qualifier criteria. Proses-proses bisnis yang mendukung pada pemenuhan order qualifier dan order winner criteria adalah critical business process. Dengan kata lain jika proses bisnis tersebut tidak berjalan dengan baik maka produk/service yang dihasilkan perusahaan tidak memenuhi order qualifier & order winner criteria.

Semoga bisa membantu,

Heru

baca juga: memahami critical business process

technorati tags:, , , , , , , , , ,

Blogged with Flock

3 thoughts on “Mendefinisikan critical business process

  1. CIMOSA sebenarnya sebuah kerangka kerja (seperti halnya CASE-tool, IDEF0,dll) dalam membangun sebuah integrasi information system, decision system, terhadap proses-proses yang dilibatkan dalam physical system sebuah enterprise (Enterprise Activity).
    Dalam pembangunan kerangka kerja yang dimulai pada tahun 1985 oleh proyek ESPRIT(Europe Strategic Program for Research and Development in Information Technology) yang dilakukan konsorsium lembaga riset, industri manufaktur, industri IT,industri aerospace, dan industri otomotif, dalam generic modelnya CIMOSA tidak menyebutkan tentang Manage Process, Core Process dan Support Process.

    Lalu apakah ada sumber referensi yang menyebutkan generic model CIMOSA tersebut terdiri atas Manage Process, Core Process dan Support Process, dan apakah yang dimaksud Manage Process, Core Process dan Support Process?

    Demikian atas penjelasannya, terimakasih banyak.

  2. Dana, terimakasih untuk tambahan penjelasan mengenai sejarah perkembangan CIMOSA.🙂

    Dana…sumber referensinya adalah paper “Different Types of Manufacturing Processes and IDEF0 Models Describing Standard Business Processes” working paper, Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC) yang ditulis oleh Maull dkk. Rangkuman onlinenya bisa dilihat di sini. Di situ disebutkan bahwa

    The CIM-OSA standard provides a framework for grouping three different types of business processes under the headings “Manage, Operate and Support” processes

    Semoga bisa membantu

  3. maaf saya mau bertanya..saya sedang menyelasaikan skripsi dengan permasalahan perbaikan alur proses pada rawat inap agar alur tersebut menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga pasien dapat masuk lebih cepat ke kamar rawat inap dengan proses yang tidak terbelit-belit. Nah metode yang saya gunakan adalah business process improvement,tapi saya bingung ketika saya membaca tentang cimosa.
    Saya jadi ragu,apakah seharusnya saya menggunakan BPI ataukah cimosa?perbedaan yang signifikan untuk kedua metode itu ap?mohon bantuannya ya
    terimakasih

    wenty

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s