Merdeka bung….


Apa persamaan antara merdeka dengan reformasi ? ehm..mungkin klo di buatkan daftarnya bisa lebih dari sepuluh jawaban🙂 . Merdeka dan reformasi adalah sama-sama bebas dari belenggu penindasan namun dengan subject dan object yang berbeda. Saya melihat adanya sebuah benang merah persamaan yang bisa dilihat dari sikap kita pada saat merdeka dengan reformasi.

Sesaat setelah merdeka terjadi euforia besar-besaran di republik ini. Setelah 3.5 abad menjadi bangsa yang terjajah akhirnya kita kembali menjadi bangsa yang berdaulat di negeri sendiri. Semua atribut-atribut yang berbau belanda di ambil alih. Alat-alat negara yang dikuasai jepang seperti radio dan telekomunikasi dll diambil alih baik secara sukarela maupun dengan cara kekerasan.

Sama halnya dengan kejadian sesaat setelah lengsernya orde baru. Semua orang terutama yang mengalami penindasan dalam masa pemerintahan orde baru bergembira. Terjadi penjarahan aset-aset terutama milik non pribumi (baca china keturunan). Ketidakseimbangan kebijakan masa orde baru antara pribumi dan non pribumi menjadi gap yang lebar yang berbuntut pada kerusuhan mei 1998.

Reformasi berarti bebas, namun pengertian bebas ini diartikan lain oleh sebagian besar penduduk negeri ini. Sesaat setelah reformasi orang merasa bebas menjarah barang-barang milik orang lain. Alasannya sekali lagi adalah reformasi. Jika selama orde baru korupsi banyak dilakukan mereka yang “dekat” dengan pengambil keputusan, setelah reformasi, otonomi daerah (otoda) yang digulirkan ternyata membuka lapangan besar untuk korupsi dalam skala besar baik dalam jumlah nominal maupun partisipan didaerah-daerah.

Jika dimasa awal kemerdekaan kita mengambil alih aset-aset vital yang dikuasai oleh jepang, itu dikarenakan karena kita demi menjaga republik yang baru lahir ini dari penjajahan kembali. Namun di era reformasi orang menjarah, melakukan korupsi untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sama-sama menjarah karena merasa memiliki hak. Di era reformasi kita merasa orde baru dan kroni-kroninya merebut hak kita, mereka menikmati sesuatu yang kita sendiri tidak bisa ikut menikmatinya. Sehingga seakan-akan reformasi memberikan wewenang untuk ikut mengambil dan menikmati sesuatu yang di masa orde baru kita tidak bisa menikmatinya.

Merdeka bung !!! semoga kita bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

Blogged with Flock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s