Tipe-tipe penuntut ilmu


Ada empat tipe penuntut ilmu:

1. Tipe Gudang. Persis seperti gudang yang difungsikan hanya untuk
menyimpan barang2, baik yang sudah usang maupun yang baru. Gudang juga biasanya
digunakan oleh para pedagang (untuk penyimpanan barang yang akan ia jual).

Seorang murid dengan tipe gudang, ia hanya menyimpan ilmu-ilmu yang ia
peroleh tanpa melakukan analisa-analisa atau proses kreatif lainnya. Otaknya
adalah gudang bagi ilmu-ilmu. Dan motif utama murid dengan tipe ini adalah
murni ekonomi, menuntut ilmu untuk mencari nafkah, karenanya ia harus banyak
menumpuk persediaan ilmu di otaknya untuk dijual kembali.

2. Tipe Laba-laba. Laba-laba adalah hewan yang kreatif. Ia tidak hanya
menyimpan makanan di perutnya, tetapi juga makanan atau hasil dari apa yang ia
peroleh, ia kembangkan untuk membangun sarang atau jaring laba-laba. Sarang
laba-laba dibuat dengan teliti dan pnuh kesabaran dari apa yang ia peroleh, baik
dari makanannya maupun dari benda2 di sekitarnya. Ada proses kreatif atas apa
yang dilakukan oleh laba-laba. Namun, motif ia membangun jaring adalah untuk
menangkap mangsa. Begitupun seorang murid, ia mungkin mempunyai daya kreatif
yang luar biasa, ia tidak hanya memendam begitu saja ilmunya tetapi ia olah
kembali sehingga menjadi sesuatu yang berbeda dari apa yang disampaikan gurunya.
Tapi, seringkali motifnya adalah kurang baik, yaitu digunakan ke hal-hal yang
negatif. Orang yang menipu uang rakyat bukan orang yang bodoh. Ia persis seperti
laba-laba, membangun jaring untuk kepentingannya sendiri dan mencelakai orang
lain.

3. Tipe Lebah. Lebah memakan makanan yang baik-baik yaitu sari bunga. Lebah
juga mempunyai daya kreatif yang sangat tinggi. Apa yang ia makan diproduksi
kembali menjadi madu, yang sangat bermanfaat bukan hanya untuk komunitasnya
tetapi juga untuk makhluk selainnya. Murid tipe ini adalah murid yang beruntung,
karena ia mendapat sumber ilmu yang bagus lalu ia kembangkan dengan daya
kreatifnya sehingga bermanfaat bagi banyak orang. Motifnya jelas bukan hanya
ekonomi tetapi efek sosial.

4. Tipe pohon. Ini yang unik. Pohon tidak hanya makan dari sumber yang
sehat tetapi juga kotoran, air yang kotor, dari buangan manusia, sampah2 yang
bau. Tetapi uniknya ia olah seluruh sumber2 itu dan ia produksi di dalam dirinya
lalu menjadi buah2an yang sangat bermanfaat juga bagi makhluk lain. Bayangkan
betapa uniknya tipe pohon ini. Ia bisa melakukan filter yang sangat canggih dari
segala sumber, baik yang sehat maupun yang kotor. Murid tipe ini yang jarang
kita temui. Ia mampu memfilter segala sesuatu yang datang dari luar dirinya,
bahkan dari dunia yang hitam sekalipun, lantas ia analisa dan menghasilkan
produk yang sangat bermanfaat bagi banyak orang.

Tulisan ini adalah kiriman artikel dari sdr Wahid di milis tentang-pernikahan-at-yahoogroups-dot-com

Blogged with Flock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s