Target KPI siapa yang berhak menentukan ?


Supaya proses mengukur kinerja bisa berjalan dengan baik, Kpi perlu diberi target. Pemberian target ini sering kali menjadi bahasan yang alot antara atasan yang memberi Kpi dengan unit yang mendapat beban Kpi tersebut. Kaplan memberikan panduan dalam menetapkan target Kpi harus stretching.

Makna stretching berarti bahwa target yang diberikan dimungkinkan untuk bisa dicapai tapi dengan usaha dan kerja keras. Stretching tidak berarti target tersebut mudah dicapai atau tidak bisa dicapai. Secara umum ada 3 cara dalam menetapkan target yaitu autocratic, Democratic dan Laizess-faire Model.

  • Autocratic Model
    Pada model ini Atasan langsung memberikan target kepada bawahan. Bawahan tidak bisa berbuat apa-apa. Pada model ini bawahan hanya menerima target yang diberikan.
  • Democratic
    Pada model ini atasan dan bawahan secara bersama-sama menetapkan target. Target yang dihasilkan adalah hasil diskusi antara keduanya.
  • Laizess-faire
    Dalam Model ini atasan menyerahkan pemberian target sepenuhnya kepada bawahan. Ini adalah kondisi dimana kendali pemberian target sepenuhnya berada ditangan.

Masing-masing model memiliki kelebihan serta kekurangan. Pada model autocratic memiliki keuntungan proses penetapan target menjadi lebih singkat, namun memiliki kelemahan bila target yang diberikan ternyata tidak stretching. model democratic memiliki keuntungan target yang dihasilkan dimungkinkan bisa stretching, namun proses negoisasi antara atasan dan bawahan menjadi lebih lama. Sedangkan pada model yang terakhir, memiliki kelemahan karena bawahan akan menetapkan target yang rendah dimana mereka bisa mencapainya. Target yang ditetapkan tidak akan stretching sehingga perbaikan kinerja secara terus-menerus (continuous improvement) tidak akan tercapai.

Nah dari 3 model diatas tentunya ada salah satu yang paling cocok mewakili kondisi tiap-tiap perusahaan. Yang sering terjadi adalah menggunakan model campuran antara Autocratic dengan Democratic. Penetapan target untuk Kpi evel korporat mengikuti model Autocratic, sedangkan untuk level unit menggunakan model Democratic.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s