Mengenal Tuhan….


Untuk mengenal Tuhan tidak di perlukan rumus matematika integral tingkat 3 ditambah deret yg aneh-aneh. Juga tidak perlu analisa mendalam dan mendetail, mengkaji dari berbagai perspektif serta wacana. Terus bagaimana mengenal-Nya dengan sederhana ?

Salah satu cara mengenal Tuhan adalah dengan melalui diri kita sendiri. Bagaimana rambut kita bisa tumbuh, bagaimana otak kita bisa melihat, membaui makanan, tangan kita bisa merasakan halus kasarnya permukaan. bagaimana dengan jantung ? apakah jantung kita bisa di istirahatkan barang semenit dua menit ? jantung kita telah bekerja sejak kita masih dalam rahim tentunya capek.

Apakah kita bisa mencegah supaya darah kita untuk tidak mengalir ke kaki atau bagian tubuh yang laen?. bisakah kita mencegah supaya lambung dan usus tidak mengolah makanan ? barang sekali saja. Atau ginjal kita istirahat barang sejam-dua jam.

Kita bisa berhenti untuk tidak bernafas mungkin hanya selama 2-3 menit saja (dengan latihan para penyelam tradisional bisa bertahan lebih tetapi pada umumnya cuma bisa selama itu) kecuali jika ingin bunuh diri heee, selebihnya tubuh kita akan memaksa untuk menghirup nafas.

Kita tidak bisa mengontrol hampir semua proses-proses yang ada pada diri kita, jika kita memaksa untuk mengontrolnya maka akan berakibat fatal bagi tubuh. Katakanlah jika anda menahan untuk tidak buang air (BAB atau BAK) beberapa hari maka proses di tubuh akan menjadi tidak normal hasilnya kita akan masuk rumah sakit.

Semua proses yang ada didalam tubuh terjadi begitu saja tanpa ada campurtangan kita, proses-proses tersebut berjalan secara simultan, teratur dan harmonis. Di Dunia ini belum ada yang mampu menciptakan berbagai sistem dengan teratur seperti sistem tubuh kita. Saya yakin jika seluruh ilmuwan di planet ini di kumpulkan jadi satu kemudian mereka di suruh membuat serupa nyamuk atau lalat pasti tidak akan bisa. Walaupun seluruh pakar aerodinamika dikumpulkan untuk membuat serupa nyamuk yang mampu terbang, melakukan manuver.

Dalam tingkatan mikro, sel-sel tubuh manusia merupakan unit mandiri. sel tubuh bisa di ibaratkan sebagai sebuah pabrik dimana seluruh aktivitas tingkat sel dilakukan pada sel tersebut. sel mampu membelah diri menjadi banyak, dimana jika perkembangan sel tidak dapat di kendalikan maka akan menjadi kanker ato tumor. Sel-sel yang sudah tua akan mati dan digantikan dengan sel muda.

Pertanyaan besar kemudian adalah siapa yang menggaturnya ? siapa yang menciptakan proses tersebut ? apakah proses itu terjadi begitu saja ? trus siapa yang mengatur komposisinya sehingga sel saraf berbeda dengan sel pembuluh, tangan berbeda dengan kaki dan seterusnya.

Jika anda pernah seorang diri di suatu tempat yang tidak ada seorang pun di sana (katakanlah di puncak gunung, di tengah hutan, di tengah lautan) dalam cuaca buruk, tentunya anda akan menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih berkuasa dari kita. Ada tangan-tangan yang mengendalikan keadaan yang kita sendiri tidak bisa meraihnya. Sehingga tidak aneh jika nenek moyang kita percaya bahwa gunung tinggi, pohon besar, kilat, matahari maupun bintang memiliki kekuatan dan jika mereka tidak selaras dengan benda-benda tersebut maka akan mengalami bencana.

Pada akhirnya kita menyadari bahwa ada sesuatu yang mengontrol, yang menjadikan alam dan lingkungan kita berjalan secara harmonis, yang menjadikan tiap proses berjalan secara teratur. Kita menyadari tetapi kita sulit mendefinisikan apakah sesuatu itu. Akhirnya yang kebanyakan kita lakukan adalah hanya mengira-ngira “sesuatu” tersebut.

Tuhan Maha Pengasih, Dia tidak akan membiarkan manusia diliputi perkiraan semata. Para Nabi akhirnya diutus untuk mengenalkan Tuhan kepada manusia. Hanya melalui para nabi, manusia bisa mengenal siapa Tuhan itu sebenarnya. Tuhan berfirman kepada manusia melalui nabi-Nya, sebagai wujud kasih sayang Tuhan kepada manusia. Manusia tidak akan pernah mampu mengetahui dengan pasti siapa Tuhannya tanpa melalui perantara nabi yang menjadi utusan-Nya.

3 thoughts on “Mengenal Tuhan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s